PERAN KELUARGA DALAM PENAGGULANGAN TB
Penyakit TB adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mikobakterium tuberkulosa, bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam ( BTA ). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Robert Koch pada tanggal 24 maret 1882, sehingga untuk mengenal jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch.
Penyakit TB dapat menyerang siapa saja ( tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya ) dan dimana saja. Penyakit TB biasanya menular melalaui udara yang tercemar dengan bakteri mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TB batuk, dan pada anak-anak, sumber infeksi umumnya berasal dari TB dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak ( terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah ), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening, oleh sebab itulah infeksi TB dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti : paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Besar dan luasnya permasalahan ang timbulkan oleh penyakit TB mengharuskan semua pihak agar berkomitmen dan bekerja sama dalam menaggulanginya. Kerugian yang ditimbulkan karena penyakit TB ini sangat besar, tidak hanya dari aspek kesehatan, melainkan juga aspek sosial maupun ekonomi. Dengan demikian “ perang “ terhadap TB bearti “ perang “ terhadap kemiskinan ketidakproduktifan, dan kelemahan.
Pemerintah memang telah banyak melakukan upaya-upaya penaggulangan TB tetapi belum dapat menjangkau seluruh penderita, dan terakses secara memadai. oleh karena itu diperlukan peran keluarga dalam penaggulangan panyakit TB ini, karena keluarga adalah institusi sosial yang paling kecil dan mendasar akan tetapi memiliki peran yang paling penting dalam proses pembentukan masyarakat, juga keluarga agen sosialisasi yang mempunyai pegaruh yang sangat besar dan berperan dalam mencegah, menemukan, mendampingi serta mensosialisasikan tentang penyakit TB ini. Keluarga merupakan suatu kesatuan sosial yang diikat oleh adanya saling berhubungan antara interaksi dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Peran keluarga memberi pengaruh utama yang lebih kuat disamping lingkungan masyarakat.
Melalui peran keluarga inilah kita bangun kesadaran tentang arti hidup sehat, baik untuk dirinya maupun lingkungannya. Serta membiasakan hidup bersih dan menjaga lingkungan yang sehat lagi nyaman.
Dan sebagai orang islam kita diajarkan agar selalu menjaga kebersihan. Salah satu Hadits Rasulullah S.A.W yang artinya : kebersihan sebahagian dari iman ( HR. Muslim ). jadi kalau orang beriman itu harus bersih, jika ada orang islam yang jorok maka itu menandakan dia tidak beriman.
Tujuan islam mengajarkan hidup bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan sosial, sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
Lingkungan yang kurang bersih mempunyai resiko untuk terjangkit berbagai penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan, penyakit gatal-gatal, dan juga penyakit TB, baik itu lingkungan rumah tangga maupun lingkungan tempat bekerja, seperti perkantoran, sekolah, dan lain-lain. Bagi pekerja yang menderita TB, selain akan menularkan keteman sekerjanya juga akan mengakibatkan menurunnya produktifitas kerja, sehingga akan mengakibatkan hasil kerja yang menurun dan pada akhirnya menggakibatkan kerugian bagi perusahaan tempat penderita bekerja.
Dengan adanya peran keluarga dalam memberikan pemahaman tentang TB ini, maka setiap individu-individu dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan baik itu ditempat dia bekerja maupun lingkungannya, dan juga dapat menaggulanginya apabila ada diantara mereka ada yang sudah terinfeksi virus TB ini, maka mereka sudah mengetahui tindakan-tindakan apa yang harus mereka lakukan, karena penyakit TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan asal si penderita disiplin dalam pengobatan, peran individu inilah yang memberika pemahaman kepada penderita tentang cara-cara menanggulanginya, juga peran individu ini memberikan dorongan dan semangat agar si penderita mau menjalani pengobatan, karena setiap penyakit ada obatnya, maka apabila suatu penyakit telah bertemu dengan obatnya ( yang cocok ) maka penyakit itu akan sembuh dengan seizing ALLAH ( HR. Muslim ).
Juga dalam islam Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang cara-cara atau methodologi pengobatan penyakit meliputi tiga unsure, yakni : menjaga kesehatan, mencegah masuknya zat-zat berbahaya dalam tubuh, sert terbebasnya tubuh dari zat-zat yang merugikan. tiga prinsip dasar inilah yang selalu kita tanamkan dalam setiap individu.
Dalam kaitannya dengan hal diatas maka peran keluarga juga mengadakan pembinaan kepada individu tentang kesadaran dalam menjaga kesehatan. Secara terus menerus adapun cara yang paling baik untuk membina individu-individu agar dapat menjadi orang-orang yang selalu peduli dengan kesehatan ialah dengan cara memberi teladan atau contoh kepada mereka, baik buruknya pembinaan tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan atau karakter bagi individu-individu tersebut di kemudian hari. Sebab setiap individu yang tidak dibina pola tingkah lakunya, maka dia akan kesulitan dalam mendisiplikan diri untuk melakukan pola hidup sehat.
Dengan adanya kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat bagi setiap individu, maka akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat di lingkungan, sehingga terciptalah lingkungan yang sehat dan bersih.
Dengan terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih, maka berbagai sumber penyakit akan dapat dihindari termasuk penyakit TB. Dan juga dengan adanya pemahaman dalam lingkup keluarga dan masyarakat tentang arti kesehatan dan bahaya penyakit TB, serta akibat yang ditimbulkannya, maka terbangun komitmen bersama untuk berjuang melawan TB.
Demikianlah, keluarga merupakan salah satu lembaga yang mengemban tugas dan tanggung jawab serta berperan dalam pencapaian penaggulangan penyakit TB.
Melalui tulisan ini, penulis menghimbau kepada setiap kita agar dapat melaksanakan program ini bersama-sama untuk demi tercapainya kebijakan nasional yang relevan dengan tujuan MILLENIUM DEVELOPMENT GOAL’S ( MDG’s) yang mana diharapkan pada tahun 2015 setengah jumlah penderita TB dapat tertangani.
Banda Aceh, 17 Maret 2010
Penulis
MOHD. RIDHA. M. HILIRY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar